Bukan Cuman Wisatanya Aja Yang Seru Ini 4 Keunikan Lombok Yang Belum Kamu Tahu

Beberapa tahun terakhir Lombok menjelma menjadi salah satu destinasi alternatif bagi mereka yang bosan dengan Bali. Bahkan tidak sedikit wisatawan yang sebenarnya berlibur di Bali meluangkan waktu nyebrang ke Lombok untuk menikmati panorama alamnya. Lombok itu memang tetangga Bali, namun untuk urusan promosi pariwisata daerah ini kalah start.

Sebagai destinasi pariwisata Lombok nyaris sempurna. Mau mendaki gunung? Silahkan ke Rinjani. Ingin menikmati sunset di pinggir pantai? Pantai Senggigi dan Gili Trawangan dijamin tak akan mengecewakan. Atau mau menikmati suasana yang sejuk cenderung dingin ala-ala puncak Bogor? Di Lombok Timur ada satu daerah yang bernama Sembalun Lawang. Bagi Kamu yang suka dengan air terjun, jangan khawatir! Ada banyak pilihan air terjun yang siap memanjakan hasrat wisatamu.

Namun selain sebagai destinasi wisata, Lombok juga memiliki keunikan-keunikan yang harus Kamu tahu. Yuk kita simak satu persatu!

Dijuluki Pulau Seribu Masjid

Menurut data yang terhimpun dari berbagai sumber, jumlah masjid di pulau yang memiliki luas 4.725 km2 ini tidak kurang dari 5.400 buah. Itu artinya setiap 0,88 km2 selalu ada satu masjid. Masjid tertua di pulau ini adalah Masjid Kuno Bayan Baleq yang terletak di Dusun Bayan, Desa Bayan, Kecamatan Bayang, Kabupaten Lombok Utara. Masjid ini dibangun oleh Sunan Ampel dan Sunan Prapen pada tahun 1.600-an.

Saking banyaknya masjid, di dalam satu dusun bisa ada 2 hingga 3 masjid. Alhasil pelaksanaan sholat jum’at biasa dilakukan bergiliran. Minggu pertama di masjid A, minggu besoknya di masjid B, minggu besoknya lagi di masjid C. Begitu seterusnya. Tak heran jika waktu sholat tiba azan akan saling bersahutan berkumandang. Sungguh suasana yang bikin hati adem.

Pencetus konsep wisata halal di Indonesia

Pada ajang World Halal Tourism Award tahun 2015 lalu Lombok berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus. Yakni sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Honeymoon Destination. Momen itu digunakan oleh Lombok sebagai ajang memulai promosi wisata halal. Pangsa pasarnya adalah para pelancong muslim yang ingin berwisata tanpa khawatir terganggu aktivitas ibadahnya.

Kementerian Pariwisata mem-back up penuh gebrakan pemerintah provinsi NTB ini dengan memberikan dukungan dan bantuan promosi. Kini Lombok tak sendiri menjadi destinasi wisata halal yang diunggulkan Kemenpar (Kementrian Pariwisata). Sumatera Barat dan Aceh pun telah mengikuti jejak Pulau Lombok sebagai destinasi wisata halal.

Jadi di Lombok sekarang ada dua paket wisata: paket wisata konvensional sebagaimana biasa dan paket wisata halal. Bedanya hanya pada akomodasi, transportasi, dan beberapa destinasi. Jangan heran kalau menginap di beberapa hotel di Lombok Kamu akan menemukan sertifikasi halal dari MUI. Di kamar hotel juga disediakan sajadah, al-qur’an, peralatan solat, hingga petunjuk arah kiblat. Sekali lagi konsep ini menyasar pelancong muslim yang ingin berwisata tanpa khawatir ibadahnya terganggu. Tertarik untuk mencobanya?

Toleransi yang selalu terjaga

Meski dijuluki pulau seribu masjid bukan berarti tidak ada pemeluk agama lain yang tinggal di Lombok. Penganut Hindu, Budha, Kristen hingga Konghucu pun menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban pulau ini. Sikap toleransi yang selalu dipupuk dan dilestarikan menjadi kunci utama terciptanya kerukunan dan kedamaian di Pulau Lombok. Tak pernah ada konflik yang disebabkan oleh isu-isu keagamaan.

Bahkan ada tradisi yang melambangkan keharmonisan antar umat beragama. Misalnya perang topat. Tradisi ini rutin dilaksanakan di pura Lingsar. Pemeluk agama Islam dan Hindu akan saling lempar menggunakan ketupat. Tidak ada dendam apalagi hasrat ingin saling membinasakan. Tradisi ini dilestarikan sebagai wadah silaturahmi antar umat beragama.

Tradisi kawin lari

Nah ini yang paling menarik. Setiap daerah tentu memiliki tradisi pernikahan yang berbeda-beda tak terkecuali Pulau Lombok. Seorang lelaki yang ingin menikahi gadis yang ia cintai harus menculik gadis itu terlebih dahulu. Si calon suami akan membawa lari calon istrinya, menyembunyikannya beberapa hari baru menikahinya. Dikutip dari kompas.com, proses kabur sebelum menikah ini terdiri dari dua macam; lari bersama atau diculik. Bedanya? “Kawin lari itu suka sama suka, kalau kawin culik, pihak laki-laki saja yang suka.” Terang Pemandu di Kampung Adat Sade, Lombok Tengah.

Jika kawin lari sang gadis biasanya akan kabur dari rumah, “janjian” dengan pria yang dicintainya di suatu tempat, lalu diam di sana beberapa hari. Namun jika kawin culik, sang gadis akan dibawa paksa, disembunyikan di suatu tempat oleh pihak pria. Setelah itu akan terjadi prosesi dan mekanisme adat menikah yang melibatkan pemangku adat, pejabat desa, dan keluarga kedua belah pihak.

Tradisi ini tentu memiliki latar belakang dan makna filosofi tersendiri. Konon, dulu di Lombok ada seorang dengan putri yang sangat cantik. Saking cantiknya, semua pria suka padanya dan berlomba-lomba melamarnya. Maka sang Raja mendirikan sebuah kamar dengan sistem penjagaan yang sangat ketat. Lalu raja memberi tantangan, “Barang siapa berhasil menculik putriku, akan kunikahkan dia dengan putriku.”

Dari situ pria-pria Lombok memiliki kebanggaan jika berhasil menculik wanita yang dicintainya. Maka, jika sudah berhasil terculik, pihak keluarga perempuan harus rela anaknya dinikahkan dengan sang penculik.

Keberanian menculik seorang gadis dalam perspektif masyarakat Pulau Lombok adalah wujud sikap ksatria seorang lelaki. Bukti keseriusannya mencintai gadis tersebut. Karena biar bagaimanapun untuk menculik anak gadis orang jelas butuh nyali besar dan tekad bulat.

Comments